My 2nd Blog

April 6, 2006

Ketika Cinta Berubah

Filed under: Uncategorized

Berikut adalah sebuah cerita yang menurut aku sangat bagus. Diambil dari sebuah milist.

Ketika Cinta Berubah

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar2 sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian. "Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut. "Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan" Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?"

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok." Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan….

"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya." Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya. "Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya."

"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.".
"Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu."

"Kamu selalu pegal-2 pada waktu ‘teman baikmu’ datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal." "Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ‘aneh’. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau memin-jamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami."

"Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu." "Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna2 bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu".

"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku."
"Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu."
"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya. "Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu."

"Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.".

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga". Kita didunia bukan utk mencari seseorang yg sempurna utk di cintai, tapi utk belajar mencintai orang yg tidak sempurna dgn cara yg sempurna.

Puisi dari teman

Filed under: Uncategorized

Eka adalah rumput manila ditepi jalan yg bisa diinjak, dihancurkan, namun mengakar untuk tumbuh lagi setiap ada peluang..

Aku tidak perlu mendongak keatas untuk melihat bintang2
Karena dalam bayangan air dan hujan pun
terkadang kita masih bisa melihat bintang2

Aku masih memiliki waktu yg panjang untuk bisa mengenalnya
dan justeru karena itu aku mau mengikat diri dgnya
untuk terus mengenalnya
dan belajar mengenalnya

*Nice….

The Power of Thinking… Just think … not Doing

Filed under: Uncategorized

Eka…. Bagaimana pendapatmu tentang hal ini… Ya ini memang bukan tulisannku.
Tapi, hal ini pantas untuk di abadikan dan direnungkan…
==========================================================

Ayoo kita terus berkhayal..!!Berikut ada artikel menarik ttg berkhayal. Dicopy dariblogger kenalan saya pak badroni.
The Power of Thinking. Just Thinking, Not Doing
The Power of Thinking. Saya sudah sering mendengaristilah ini. Cuma belum ‘ngeh’ benar sampai suatuketika saya mengikuti pelatihan Mind Management tahun 2002 lalu. Di pelatihan itu saya diajari bahwa kitabisa mendapatkan apa yang kita inginkan hanya denganmemikirkannnya saya. O ya?
Adalah Pak RB Sentanu yang membawa ilmu ini danmengembangkannya di Indonesia. Pelatihan itu sendiri banyak mempraktekkan teknik meditasi visual didukungoleh audio. Tapi yang menarik sekaligus kontroversialmenurut saya adalah, dia mengatakan bahwa kita bisamendapatkan apa yang kita inginkan hanya denganmemikirkannya saja, tanpa usaha. Doing-less. What anidea!
Sebagai seorang yang selalu tertarik dengan ide-idebaru, apalagi yang berguna untuk pertumbuhan bisnisdan pribadi, saya pun mencoba mempraktekkannya. Dan alhamdulillah berhasil! Ternyata, tanpa saya sadari,saya telah mempraktekkan ilmu ini di masa lalu tanpadisengaja.
Berikut ini adalah beberapa cerita hasil darimempraktekkan ilmu ini secara sengaja maupun tidak sengaja:Waktu masih berdagang di Tanah Abang, saya dan istriingin sekali dapat supplier dari salah satu produkdijual saat itu. Produk tersebut selama ini didapatdari tangan ketiga dengan harga mahal. Saya selalu memikirkan bagaimana caranya supaya dapat produk inidari tangan pertama. Produk ini sendirididistribusikan secara tertutup kepada jaringantertentu yang sulit ditembus. Saya tidak tahu di manasumbernya.
Suatu hari, datanglah seorang perempuan etnis Cinaberusia setengah baya dengan bahasa Cina mendatangitoko saya. Dibantu oleh seorang penterjemah, diamenawarkan produk yang selama ini saya cari. Kaget dan setengah tidak percaya, saya minta dia mengulangipenawarannya. Ternyata benar. Dia membuat produk itudi Cina dan membawanya langsung ke Indonesia.Harganya? Setengah dari harga yang saya dapatkanselama ini. Singkat cerita saya ambil produknya. Penasaran, saya bertanya bagaimana dia bisa sampai ditoko kami dan hanya menawarkan ke toko saya saja. Diamenjawab, begitu turun dari kendaraan umum langsungberjalan ke arah toko saya tanpa menoleh ke toko lainnya. Saya hampir tidak percaya, tapi ini adalahkenyataan. Saya hanya memikirkannya saja. Tiba-tiba,subhanallah, yang saya pikirkan selama ini datangbegitu saja di hadapan saya.
Cerita kedua. Masih berhubungan dengan produk yang kami jual. Ada satu produk busana muslim yang inginsaya jual di toko. Tapi produk tersebut dipegangsecara eksklusif oleh satu toko di Tanah Abang, sebutsaja toko A. Kepada pemilik toko tersebut, kamimenyatakan keinginan untuk menjadi mitra dalam mendistribusikan produk tersebut. Tapi ditolak.Mungkin, karena takut produk tersebut tidak eksklusiflagi.
Singkat cerita, suatu hari seorang lelaki mendatangitoko kami menawarkan produk persis seperti yang kami inginkan. Kembali kami terbelalak tak percaya.Ceritanya, dia ternyata adalah supplier dari toko Atersebut. Kebetulan saat itu dia baru saja putushubungan dengan toko A. Oleh toko A dia diijinkanuntuk menawarkan produk tersebut ke toko mana saja di Tanah Abang. Akhirnya si supplier ini berjalanberkeliling sampai menemukan toko saya. Waktu sayatanya, kenapa anda memutuskan menawarkan ke toko saya,bukan ke toko lain. Dia menjawab bahwa dia saat itusedang bingung dan putus asa. Dia berjalan sajamengikuti arah matahari dan akhirnya berhenti di depantoko saya. Subhanallah.
Cerita ketiga. Waktu bisnis saya sedang mengalamikemunduran tahun 2003 lalu, sebagaimana saya ceritakan sebelumnya. Uang tidak ada. Yang ada uang tertanam disewa toko selama 2 tahun di depan. Penjualan lewatinternet sudah mulai dilakukan dan sedikit-sedikitmulai menghasilkan. Saya berkata kepada istri,bagaimana seandainya jika kita keluar dari Tanah Abang dan mulai bisnis di rumah saja. Istri setuju. Tapi,kendalanya sewa toko yang sudah dibayarkan dan tidakmungkin dikembalikan.
Tidak lama setelah itu datanglah seorang petugas dariPD Pasar Jaya. Dia memberikan surat perintah agar kami keluar dari toko tersebut karena keberadaan tokotersebut dalam sengketa antara PD Pasar Jaya denganpihak yang menyewakan, dalam hal ini Koperasi PedagangPasar Tanah Abang (KOPPAS). Kami diberi waktu 4 hari untuk mengosongkan isi toko dan bila tidak dilakukan,mereka tidak bertanggung jawab bila terjadi sesuatuterhadap isi toko. Kami terancam! Saya lapor kepadaKOPPAS. Saran KOPPAS, sebaiknya dituruti saja. Nanti sisa uang saya akan dikembalikan, karena toko tersebutbaru terpakai 11 bulan dari masa sewa yang 2 tahun.Aha! Ini semacam blessing in disguise. Saya memangsedang mencari-cari alasan untuk mengembalikan toko tersebut. Alhamdulillah, alasan tersebut didatangkanbegitu saja oleh Tuhan dan menjadi jalan keluar bagibisnis saya yang sedang sekarat. Sampai sekarang sayamasih tidak percaya dengan kejadian ini.
Masih banyak lagi sebenarnya cerita mengenai The Powerof Thinking ini yang saya alami, seperti bagaimanasaya memikirkan mendapatkan penghasilan setahun dalamsebulan, bagaimana bekerja dari rumah saja denganhasil yang tidak kalah dengan di toko, bagaimanabekerja sedikit alias malas tapi hasil banyak. Semuaitu terwujud dari keberanian saya memikirkan sesuatuyang saya inginkan. Itu saja. Dan saya tidak pedulibagaimana caranya. Itu kuasa Tuhan. Saya yakin Dia akan tunjukkan jalannya kepada saya. Saya percayasaja.
Supaya tidak salah kaprah dan menimbulkan kontroversi,tulisan saya tidak bermaksud untuk mempromosikan suatuide yang mendewakan pikiran. Bukan sama sekali. Menurut saya pikiran itu adalah doa. Tuhan sangatterlibat dalam proses ini. Seratus persen!
Buku rujukan: Piece of Mind oleh Sandy MacGregor,Gramedia.

RUU Anti Porno di Indonesia

Filed under: Uncategorized

Wah.. wah… wah… yang ini bener2 asli tulisan dari temanku. Sudah lama dia menulis tentang banyak hal. Akan tetapi sangat pemalu untuk di publikasikan. Hebat juga. Terpaksa aku publish lewat sebuah blog. Kali ini tulisan dia aja yang nongol. Berikutnya komentarku tentang tulisan ini…..
    ==================================================================

    DIALOG AKAR RUMPUT
    (oleh: jo satrianu)

    Sore itu saya sedang asyik baca buku di kontrakan.
    Tiba-tiba "kontrakan-mate" saya ngajak saya dengan setengah berteriak.
    "Jo, ayo ikut ke cangkrukan depan rumah Pak RT, ada dialog seru"
    "Tentang apa ?" teriakku penasaran.
    "Itu loh, tentang RUU Anti-Porno…."
    "Sebentar, saya selesaikan dulu Kapal Van Der Wijck ini…"
    "Alaaaa, jangan sok romantis, RUU Anti-Porno itu lebih penting lho…"
    Akhirnya saya diseret juga….

    Sesampainya di cangkrukan depan rumah Pak RT, ternyata sudah banyak orang.
    Wuiiih, seru banget debat dan dialognya.
    Porno, porno dan porno….ya, tentang RUU Anti-Porno yang jadi tema obrolan.
    Pendapatpun macem-macem, karena sudah dijamin undang-undang dasar.
    Ada yang pro.
    Ada yang kontra.
    Ada yang netral.
    Ada yang setuju habis-habisan.
    Ada yang tidak setuju habis-habisan.
    Ada yang setuju habis-habisan tapi tetap koleksi VCD inul + dewi persik
    Ada yang ikut-ikutan setuju habis-habisan.
    Ada yang bengong, tapi diam-diam pengin pinjem VCD yang tadi.

    Wah..wah, meskipun dialognya a la cangkrukan orang kampung,
    namun banyak juga pakar atau ahli disana,
    tidak kalah sama yang di TV dan di gedung dewan
    Yang pakar birokrasi mengatakan,
    RUU itu harus dibuat dengan pasal-pasal yang jelas
    Yang pakar agama mengatakan,
    RUU itu penting, demi perbaikan moral negeri ini
    Yang pakar psikologi mengatakan,
    mengapa masyarakat tidak membentengi diri sendiri dengan jiwa yang kuat
    Yang pakar seni mengatakan,
    harus jelas mana itu seni mana itu porno
    Yang pakar bahasa mengatakan,
    harus jelas arti dari kata pornografi dan pornoaksi sesuai kamus besar bahasa indonesia
    Yang pakar budaya mengatakan,
    RUU itu harus ada pengecualian untuk tiap daerah, pulau bali misalnya
    Yang ibu rumah tangga mengatakan,
    cepat di-sah-kan dong, agar anak2ku tumbuh menjadi generasi yang bermoral
    Yang bengong mengatakan,
    eh, yang punya koleksi VCD tadi siapa ya ?

    Wah, seru banget ya….
    Itulah enaknya ngobrol santai a la orang kampung,
    dialog, debat, pro, kontra, kalem, ndakik,
    sambil minum kopi, sesekali tambah tahu goreng.

    Tiba-tiba Pak RT menoleh pada saya,
    Mas, apa pendapat Sampeyan ?

    Wah, kaget saya…sampe bingung jawabnya
    namun, bak diplomat ulung (kata iwan fals), saya menjawab:
    "maaf, Pak, saya orang baru disini….." ( lho…)

    Ya, itulah "konferensi" kami,
    rapat para orang kecil, dialog orang jalanan, obrolan di cangkrukan,
    terkesan kampungan, udik, ndeso, tidak "terpelajar".
    Namun yang pasti, apapun istilahnya
    entah itu porno-grafi, porno-aksi, porno-asik, porno-grafiti atau porno-logi,
    yang penting adalah tidak terjadi porno-lagi.

    Sembari saya balik ke kontrakan, saya berpikir,
    siapapun yang bersuara, baik itu rakyat kecil, anggota dewan atau para pakar,
    yang pasti vox populi tidakla boleh dan tidaklah bisa melawan vox dei.

    Dan sambil menunggu RUU itu jadi disahkan atau tidak
    Saya jadi teringat kata2 seorang dosen mesin, Pak Abdullah Shahab.
    yaitu,
    Kebenaran dan kebatilan akan selalu berhadapan dan bertarung
    mulai nabi Adam ilaa yaumil akhir.
    Pada suatu jaman, kadang kebenaran yang menang, kadang kebatilan yang menang.
    Memang kemenangan itu penting dan selalu kita inginkan.
    Namun ternyata yang lebih penting adalah,
    ketika kebenaran dan kebatilan itu berhadapan, kita di pihak yang mana.
    Hmm….kalo yang ini saya setuju seratus persen, Pak Dosen.

    Ketika hampir nyampe di kontrakan,
    saya dikagetkan oleh seseorang yang menepuk pundak saya dari belakang,
    "Mas, yang punya koleksi VCD tadi siapa ya…???"

    Jati Padang, 23 maret 2006

Seberapa Miskin Kita..???

Filed under: Uncategorized

Cerita yang satu saya ambil dari sebuah milist yang di "forward" ke email saya     emoticon
==================================================================

Suatu hari seorang ayah yang sangatkaya mengajak anaknya dalam suatuperjalananke pedesaan untuk menunjukkan padaanaknya bagaimana miskinnya merekahidup.
Mereka menghabiskan beberapa hari dipedesaan tersebut di rumah keluarga yangsangat miskin.
Dalam perjalanan pulang, ayah tersebutbertanya pada anaknya, "Bagaimanaperjalanannya?"
"Sangat menarik, Ayah" Jawab si anak.
"Apakah kau melihat betapa miskinnyahidup mereka?" Ayahnya bertanya.
"Hmm …..!!"Jawab anaknya.
"Jadi, katakan padaku, apa yang telah kaupelajari dari perjalanan tersebut?"Tanya ayahnya.
Anak itu menjawab:
"Aku melihat kita mempunyai seekoranjing dan mereka mempunyai empatekor.
Kita mempunyai kolam renang yangsangat besar hingga ke tengah halamandanmereka mempunyai sungai yang tidakberujung.
Kita mempunyai lampu yang di impordari luar negeri di taman dan merekamempunyai bintang-bintang di langitpada waktu malam.
Teras rumah kita luas sampai ke halamandepan dan mereka mempunyai seluruhhorizon.
Kita mempunyai sebidang tanah untukhidup dan mereka mempunyai lahan yangmelebihi batas pandang kita.
Kita mempunyai pembantu-pembantuyang melayani kita, tetapai mereka salingmelayani.
Kita membeli makanan kita, tetapimereka menumbuhkannya.
Kita mempunyai tembok untukmelindungi milik dan diri kita, merekamempunyaiteman-teman untuk melindungi mereka."Ayah anak tersebut terdiam, tidak dapatmengatakan apa-apa.
Kemudian anaknyamenambahkan, "Terima kasih, Yah, untukmenunjukkan betapamiskinnya kita."
Bukankah perspektif suatu hal yang luarbiasa? Mengajarkan kita untuk bersyukuratas semua yang kita miliki, daripadamengkhawatirkankan apa yang tidak kita miliki.
Hargailah semua hal kecil yang kitamiliki, terutama teman-teman kita!
Hidup Ini Terlalu Singkat Dan Teman Terlalu Sedikit
I’m glad to know u in my life ……… :)

April 5, 2006

What is networking?

Filed under: Uncategorized

What is networking? How does it become so important to be studied? Well, some questions that are not so easy to be answered.

Computer Network is just like telephone network. Yes, we can compare those telephone network to computer. It has the same analogy. The way it’s work, an the way it’s communicate. How do people usually do when they pick up a ringging phone? They are usually say "hello". And the other people somewhere outhere asnwer the same "hello" to confirm that they are about to have conversations.

Computers do the same thing, through different protocols. Its use numbers as the telephones do.  But not just ordinary number. It’s binary number. 11001011?? Remember?? We see that telephones use cable as a media to be connected to telecommunication provider. Computers do so. Sometimes we see that some telephones have no wire on its. Computers do so. But both have their own protocols to communicate each other.

Let us begin with the easiest one. Simple networking of 2 computers. We have 2 computers in front of us. What do we need to connect one computer to another computer? Simple..!!! Just UTP cable Cat 3 or Cat 5 or Cat 5e or Cat 6, RJ-45 connectors, and a concentrator (if we need to). Wait a minute. What are those things? I will answer this question later.

Now check the computers. Do they have NIC (network interface card) installed? Yes, they do. Set the RJ-45 to UTP cable then simply plug the cable to those NIC’s. Done…!!! There is another way to connect those computers. What I’ve explained earlier, we already connect two computers directly. What about the concentrator? Concentrator act as a central bus station in our town. Now, pick another cable and set the RJ-45 connectors on it then plug them to concentrator. Then we have a simple computer network. But, I’ve mentioned before that computers communicate through protocols. I will talk about later on the next writing. See you soon…!!!

April 4, 2006

My CCNA Blog

Filed under: Uncategorized

I promise my self that I will study this CCNA book and finish the certification this year. And I promise to my self that what I’ve learn at night I would re-write it at this blog. So…. I’ll see you soon with all the subject to this CCNA






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer